Selasa, 13 Mei 2014

"Bapak Kereta"

Oh Bapak
Tugasmu begitu sederhana
Duduk, berdiri, mengawasi
Duduk, berdiri, mengawasi
Duduk, berdiri, mengawasi
Terkadang kau mengangkat gagang berdering itu
Memang terlihat gampang dan sederhana
Namun sederhana itu berubah menjadi tanggung jawab yang besar
Beban yang dipikul sungguh berat
Karena berjuta nyawa ada di tanganmu
Tugasmu sungguh mulia oh Bapak
Sebenarnya banyak pekerjaan yang lebih baik
Daripada harus menjaga palang kereta
Namun inilah hatimu
Inilah pilihanmu
Menjadi penjaga palang kereta api
Menjaga dan melindungi berjuta nyawa
Dengan hati, jiwa, dan segenap pikiran
Terima kasih Bapak


Surabaya, Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar