Oh Bapak
Tugasmu begitu
sederhana
Duduk, berdiri,
mengawasi
Duduk, berdiri,
mengawasi
Duduk, berdiri,
mengawasi
Terkadang kau
mengangkat gagang berdering itu
Memang terlihat
gampang dan sederhana
Namun sederhana
itu berubah menjadi tanggung jawab yang besar
Beban yang
dipikul sungguh berat
Karena berjuta
nyawa ada di tanganmu
Tugasmu sungguh
mulia oh Bapak
Sebenarnya
banyak pekerjaan yang lebih baik
Daripada harus
menjaga palang kereta
Namun inilah
hatimu
Inilah pilihanmu
Menjadi penjaga
palang kereta api
Menjaga dan
melindungi berjuta nyawa
Dengan hati,
jiwa, dan segenap pikiran
Terima kasih
Bapak
Surabaya,
Januari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar