Lantunan ijab kabul telah dikumandangkan, ritual suci dan
sakral yang begitu menggelegar. Dengan begitu kedua orang itu telah resmi
menjadi pasangan yang sah di mata agama dan di mata negara. Perjuangan seorang
perempuan yang begitu keras dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, hanya untuk
mengharap kehadiran sosok mungil, yaitu titipan Allah SWT. Lahirlah titipan itu.
Adzan pun dikumandangkan ditelinga kanan bayi itu, siapa lagi kalau bukan
seorang laki-laki yang sebelumnya menjadi suami dan kini telah menjadi seorang
suami dan seorang ayah. Sudah menjadi kewajiban mereka untuk merawat bayi itu.
Bayi mereka yang menggemaskan dan membuat suasana baru dirumah kecil saat itu.
Sanak saudara pun menyambut bayi itu dengan sangat bahagia. Kasih sayang mereka
yang sangat mendalam tanpa ada rasa benci sedikitpun yang terlintas. Perjuangan
tanpa kenal lelah mereka lakukan untuk menghidupi segala kebutuhan sebuah
keluarga.
Sadarlah saudaraku. Bayi itu adalah
kita. Pikirkan dan renungkan bagaimana kita dahulu kala, darimana kita berasal,
bagaimana kondisi kita saat bayi, saat balita, lalu tumbuh menjadi anak kecil,
kemudian remaja dan akhirnya sampai saat ini dimana kita sedang menjalani
proses perubahan kita, perubahan yang dewasa ini. Beberapa tahun telah kita
lalui, dengan berbagai pengalaman yang telah kita dapat. Rasa senang, bahagia,
bangga, sedih, dan yang lainnya. Kita tidak akan bisa bertahan sampai saat ini
jika kedua orang hebat itu tidak ikut campur dalam perjalanan belasan tahun kita
yang penuh dengan berbagai rasa dan pengalaman. Kedua orang hebat itu siapa ??
Ya benar, ayah dan ibu kita.. Begitu besar perjuangan mereka, bahkan tak bisa
dibandingkan dengan apapun. Ingatlah jika kamu bisa mengingatnya. Mulai dari
bayi, mereka merawat kita dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Tak pernah
ada rasa lelah dibenak mereka demi pertumbuhan kita. Disaat balita, kita
diajarkan bagaimana berbicara, berjalan, dan mengenal banyak hal. Saat itu kita
sedang lucu-lucunya. Bagaimana kita selalu dimanjakan dengan berbagai keinginan
kita, kita ingin membeli mainan, kita ingin jalan-jalan, dan kita menginginkan
banyak hal. Hampir semua keinginan kita dapat dikabulkan oleh ayah ibu kita,
tanpa ragu dan demi kebahagiaan kita saat itu. Lalu kita menjadi anak kecil,
orang bilang saat itu nakal-nakalnya anak. Meskipun begitu ayah ibu kita tetap
menyayangi kita dengan tulus. Dimana pada saat itu kita mulai diajarkan
mengenal lingkungan sekitar diluar rumah. Kita mulai belajar menuntut ilmu dan
kita diajarkan bagaimana yang baik dan bagaimana yang buruk. Apa yang benar dan
apa yang salah. Mungkin itu sebagai dasar kita untuk menjalani kehidupan diluar
rumah, bagaimana kita dapat berbaur dengan lingkungan sekitar dan berbagai
isinya. Hingga akhirnya kita mulai mengerti apa arti dari hidup ini disaat kita
remaja. Kita sudah dapat berpikir matang. Sedikit banyak kita sudah paham
tentang jati diri kita. Dan pada saat ini dan detik ini hingga kita dapat
meraih kesuksesan yang dapat membuat kita bangga. Itu semua berkat dari doa
ayah ibu kita, memang kita yang berusaha. Tapi tanpa restu dan doa ayah ibu
kita, kita tidak akan bisa sampai disini, berdiri tegak disini, dan tersenyum
manis disini dengan berbagai keinginan yang telah kita raih. Karena yang
terpenting Ridho orang tua adalah Ridho Allah SWT juga. Kita tidak akan bisa
berbuat apa-apa tanpa pihak-pihak tersebut meridhai keinginan kita. Ingatlah
kita punya orang hebat, tepatnya dua orang hebat. Yaitu ayah dan ibu kita.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kita. Baik-baiklah kepada
mereka karena kebaikan mereka tidak akan pernah bisa kita balas dengan apapun.
Tidak akan pernah dan tidak akan pernah bisa ! camkan itu. Jangan buat dua
orang hebat ini sedih dan kecewa karena kita dan menangis karena kita, tapi
buatlah mereka menangis karena keberhasilan kita, serta buatlah mereka
tersenyum lebar dan bangga melihat kesuksesan kita. Hanya itu kawan ! sulitkah
?? memang sulit. Tapi jika kita punya keinginan yang keras dan tekad yang kuat.
InsyaAllah kita bisa dan kita pasti bisa. Balaslah seluruh kebaikan mereka
dengan apa yang kita lakukan dalam hidup kita.
“Sungguh saya hanya ingin bersyukur kepada Allah SWT karena
telah memberikan ayah dan ibu untuk saya yang sangat dan hebat dan luar biasa..”
TERIMA KASIH ATAS SEGALANYA , UNTUK AYAH DAN IBU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar